KABAR YANG KAU HAFALKAN
Harus terakui nada sendu dalam gerai rambut pagimu
Bersolek pantulan cahaya yang kau kabarkan diantara sisa rasa
Ketika keberadaan sayu suara kembalikan sulaman penantian,
kau ucapkan bahwa AKU masih dini untuk mencantumkan kemolekanmu.
Dari beberapa senja
Berusaha memintal serat senyum
Menginjak peristiwa sederet angka pilu
AKU tetap dalam ejaan hayal.
Sebelum retorika purnama terkisah
Sebelum pengungsi jiwa terkapar
Sebelum nyanyian sumbang membungkam
Berakhir sudah catatan harian
AKU tempelkan dekat gaun yang kenakan.
Bersolek pantulan cahaya yang kau kabarkan diantara sisa rasa
Ketika keberadaan sayu suara kembalikan sulaman penantian,
kau ucapkan bahwa AKU masih dini untuk mencantumkan kemolekanmu.
Dari beberapa senja
Berusaha memintal serat senyum
Menginjak peristiwa sederet angka pilu
AKU tetap dalam ejaan hayal.
Sebelum retorika purnama terkisah
Sebelum pengungsi jiwa terkapar
Sebelum nyanyian sumbang membungkam
Berakhir sudah catatan harian
AKU tempelkan dekat gaun yang kenakan.

Komentar
Posting Komentar